- Babinsa Serma Sabari Monitoring Peletakan Batu Pertama Ponpes Al Badariyyah
- Babinsa Koramil 04/Cikupa Gelar Patroli Wilayah Tingkatkan keamanan dan kenyamanan
- Pastikan Rasa Aman, Jelang Nataru Dandim 0510/Trs Rapat Forkopimda
- Serma Deni Yulisdianto Koramil 02/Curug Perkuat Wawasan Kebangsaan Pelajar Kelapa Dua
- Dianiaya dan Difitnah, Pelaku Masih Bebas
- STQ ke-2 Desa Cengklong Pecah! Tokoh Besar & Ribuan Warga Tumpah Ruah
- Kapolda Babel Buka Latpra Operasi Tambang Menumbing 2025
- Dapur Warga Terendam, Polres Bangka Barat Turun Langsung Salurkan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir
- Kapolres Bangka Barat Jelaskan Kronologi Ledakan Ruko Teluk Rubiah
- Polsek Jebus Polres Bangka Barat Tangkap Pelaku Pencurian, Warga Puput Atas Kembali Merasa Aman
BPJS Kesehatan Imbau Peserta Tindaklanjuti Hasil Skrining lewat WA Blast Resmi
Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK), BPJS Kesehatan mulai mengirimkan pesan melalui WhatsApp secara serentak (blast) kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pesan ini ditujukan bagi peserta, yang dalam hasil skrining teridentifikasi memiliki potensi risiko kesehatan sehingga memerlukan konsultasi lanjutan dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Dalam pesan yang dikirimkan, peserta menerima informasi berupa imbauan untuk segera berkonsultasi dengan dokter di FKTP tempatnya terdaftar, baik secara langsung maupun melalui layanan telekonsultasi. Pesan tersebut juga menyampaikan bahwa konsultasi dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN (fitur Tele Health) atau melalui media konsultasi yang disediakan oleh FKTP (WhatsApp, telepon, dll). Hal ini bertujuan agar peserta segera mendapatkan penjelasan dan pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam melakukan deteksi dini dan mendorong pelayanan promotif dan preventif.
“Pengiriman WhatsApp blast ini bertujuan membantu peserta memahami kondisi kesehatannya sedini mungkin. Kami mengimbau peserta untuk menindaklanjuti pesan tersebut dengan berkonsultasi ke FKTP terdaftar,” ujarnya.
Rizzky menegaskan bahwa peserta tidak perlu khawatir terhadap potensi informasi palsu. Peserta juga diimbau untuk tidak mengabaikan pesan tersebut dan segera melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau dengan baik.
“Seluruh pesan WhatsApp blast dikirim menggunakan nomor resmi BPJS Kesehatan 0852-1818-1722 yang di-masking dengan nama BPJS Kesehatan,” tambah Rizzky.
Rizzky juga mengajak peserta yang belum melakukan skrining untuk menyisihkan waktu karena dapat dilakukan dengan mudah, kapan saja, termasuk saat tidak sedang berobat dan hanya dilakukan rutin 1 tahun sekali. Peserta hanya perlu mengisi kuesioner singkat mengenai riwayat penyakit diri sendiri, keluarga, dan gaya hidup. Pengisian dapat dilakukan dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, layanan WhatsApp (Pandawa), atau langsung dibantu oleh petugas Puskesmas, klinik dan praktik dokter mandiri.
1.png)
.jpg)




