- Koramil 11/Pasar Kemis Intensifkan Patroli Malam Jaga Keamanan Wilayah
- Koramil 03/Legok Gelar Patroli Siskamling Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif
- Sinergi Tanpa Batas, Dandim 0510/Tigaraksa Dampingi Forkopimda Tinjau Banjir Pasar Kemis
- Antisipasi Banjir, Satgas Sampah Kodim 0510/Trs Gerak Cepat Bersihkan Sampah
- Babinsa Koramil 14/Panongan Laksanakan Komsos, Himbau Warga Waspada Cuaca Hujan
- Personel Polresta Tangerang Pantau Debit Air di Sungai Cidurian dekat Perum Cikande Jayanti
- Polsek Panongan Gelar Patroli Mobile Antisipasi Balap Liar di Kawasan Citra Raya
- Kapolsek Panongan Hadiri Musrenbang 2027, Polri Dukung Pembangunan Berkelanjutan dan Kamtibmas Kondu
- Polsek Kronjo Pantau Debit Air Desa Pasilian
- Polsek Kronjo Gelar Apel Pagi Tingkatkan Disiplin Personel
Dianiaya dan Difitnah, Pelaku Masih Bebas
Kisah Nikmah Seorang Ibu yang Menuntut Keadilan

Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Naimatun Nikmah seorang ibu rumah tangga oleh tersangka berinisial RO alias RK akhirnya memasuki titik baru.
Peristiwa yang terjadi pada 29 Oktober 2025 lalu di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten ini awalnya sempat dilakukan proses mediasi namun akhirnya gagal menemui kata sepakat karena tersangka RO alias RK dinilai tidak menunjukkan itikad baik dan penyesalan yang serius.
Baca Lainnya :
- STQ ke-2 Desa Cengklong Pecah! Tokoh Besar & Ribuan Warga Tumpah Ruah0
- Kapolda Babel Buka Latpra Operasi Tambang Menumbing 20250
- Dapur Warga Terendam, Polres Bangka Barat Turun Langsung Salurkan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir0
- Kapolres Bangka Barat Jelaskan Kronologi Ledakan Ruko Teluk Rubiah0
- Polsek Jebus Polres Bangka Barat Tangkap Pelaku Pencurian, Warga Puput Atas Kembali Merasa Aman0
Saat ini, kasus tersebut sudah dilanjutkan ke proses penyidikan oleh Polsek Ciputat Kabupaten Tangerang Selatan.
Kuasa hukum korban Naimatun Nikmah, yaitu Wahyudin dari LSM TRINUSA DPD Banten, mengakui bahwa gagalnya mediasi antara tersangka dan korban disebabkan tersangka yang dinilai kurang kooperatif pada saat proses mediasi.
"Kami akan terus memantau dan mendampingi kasus ini sampai selesai. Klien kami merasa tidak mendapat keadilan karena pelaku masih bebas berkeliaran sampai saat ini," ungkap Wahyudin.
Sementara itu, korban Nikmah menceritakan bahwa persoalan ini berawal dari keterlibatan seorang temannya berinisial NR alias PN yang diduga membantu mantan suami korban mengambil anaknya secara paksa.
"Semua ini terjadi bermula dari PN yang membantu mantan suami saya mengambil anak saya. PN sengaja memberikan akses dan memfasilitasi sampai anak saya bisa diambil paksa," cerita korban.
Dari masalah itu, akhirnya konflik berlanjut dengan keterlibatan tersangka RO yang juga merupakan teman korban, yang diduga sengaja memperkeruh masalah dengan melakukan fitnah bahwa korban Nikmah meminjam barang-barang miliknya lalu diminta dikembalikan.
Saat pengambilan barang itulah diduga penganiayaan terhadap korban Nikmah terjadi oleh tersangka RO.
"Padahal ada bukti yang menguatkan bahwa barang tersebut akadnya minta, bukan pinjam. Saya akan terus memperjuangkan keadilan untuk saya," tegas Nikmah.
Korban dan kuasa hukumnya berharap agar pihak kepolisian dapat menangani kasus ini dengan serius dan profesional untuk memberikan keadilan bagi korban.








