Korupsi

Ditetapkan tersangka korupsi e-KTP, Setnov belum pikir praperadilan

Firmansyah | Jumat, 21 Juli 2017 - 20:35:03 WIB | dibaca: 770 pembaca

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012. Setnov sapaan akrabnya, belum memutuskan mengambil langkah hukum selanjutnya.

"Belum, saya belum memikirkan untuk praperadilan," kata Setnov usai menghadiri rapat dewan pakar di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Jumat (21/7).

Dia berdalih ingin terlebih dahulu fokus tugas negara dan kedewanan serta tugas partai. "Saya sibukkan dulu dan saya akan terus mengadakan suatu hal-hal yang terbaik," kata dia.

Sebelumnya, pihak Partai Golkar juga belum dapat memastikan langkah hukum apa yang bakal diambil usai penetapan tersangka Ketum Partai Golkar Setya Novanto oleh KPK. Sebab, baik partai maupun atas nama pribadi, Setnov belum menerima surat penetapan tersangka dari KPK.

"Pada hari ini kami belum menerima surat resmi penetapan tersangka dari KPK," kata Sekjen Partai Golkar Idrus Marham di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/7).

Padahal, lanjut dia, surat resmi dari KPK tersebut merupakan bagian terpenting dalam hal ini. Itu bisa menentukan sikap Golkar apakah akan ajukan praperadilan atau tidak nantinya.

"Padahal itu bagian dari konstruksi hukumnya dan faktanya, karena itu menjadi pertimbangan dijadikan praperadilan atau tidak," jelas Idrus.

Setelah surat itu diterima, barulah pihaknya akan menentukan sikap hukum atas penetapan tersangka kasus tersebut. "Praperadilan berdasarkan fakta hukum, itu pasti dipenuhi," kata dia.

Idrus pun meminta KPK untuk segera mengirimkan surat resmi tersebut. "Oleh karena itu, kami ingin surat penetapan bung Setnov tersangka KPK, sedapat mungkin diterima Pak Setnov atau DPP golkar," ucapnya.

Sebelumya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPR Setya Novanto (SN) sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012. Peran Setya Novanto terlacak mulai dari proses perencanaan hingga pembahasan anggaran di DPR hingga pengadaan barang dan jasa.

"SN melalui AA (Andi Agustinus) diduga telah mengondisikan peserta dan pemenang pengadaan barang dan jasa KTP-e," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangan kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Senin (17/7). [noe] sumber:merdeka










Komentar Via Website : 60
Apakah Sindrom Nefrotik Bisa Disembuhkan
24 Agustus 2017 - 14:56:37 WIB
memang menarik sekali berita yang disajikan pada laman ini, sukses terus http://goo.gl/tNXtw7
obat sakit tulang belakang tradisional
26 Agustus 2017 - 07:44:38 WIB
informasi yang menarik http://goo.gl/LiqGxH
Ciri Awal Penyakit Kusta
26 Agustus 2017 - 13:25:09 WIB
semangat dan sukses http://goo.gl/tiWEhd
Obat Polip Lambung
25 September 2017 - 14:46:42 WIB
walatra gamat emas kapsul
02 Oktober 2017 - 08:27:36 WIB
sajikan terus berita menarik lainnya http://bit.ly/2x6Sq02
Makanan Sehat Penderita Kusta
17 Oktober 2017 - 13:46:09 WIB
sajian informasi yang ada pada halaman ini memang menarik untuk di simak http://bit.ly/2xKCZWH
vimax bandung
14 November 2017 - 07:16:40 WIB
Awal Kembali...456 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)