Korupsi

Mengapa KPK Kukuh Ciduk Irman Gusman dengan Suap Rp100 Juta

Senin, 19 September 2016 - 09:17:17 WIB | dibaca: 1304 pembaca | komentar: 15

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menjadi tersangka atas dugaan suap senilai Rp100 juta dalam kasus bisnis gula impor. Banyak pihak menyangsikan kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kecilnya jumlah uang yang menjadi sandungan Irman Gusman. Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, tim ... [selengkapnya]

Irman Gusman, Akil Mochtar dan Skandal Korupsi Ketua Lembaga Negara

Senin, 19 September 2016 - 08:41:25 WIB | dibaca: 690 pembaca | komentar: 1

Ketua DPD Irman Gusman dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar merupakan ketua lembaga negara yang ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Skandal dua pimpinan lembaga ini dinilai sungguh memalukan. Terbaru, Irman dicokok KPK di Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan, pada ... [selengkapnya]

Koruptor berfoya-foya beli kendaraan mewah dari duit rakyat

Jumat, 09 September 2016 - 09:58:43 WIB | dibaca: 502 pembaca | komentar: 1

Beberapa pejabat sering bergaya hidup mewah. Pelesiran ke luar negeri, barang bermerek kelas atas atau koleksi kendaraan mewah. Namun tak disangka uang untuk memenuhi kemewahannya itu berasal dari 'memakan' uang rakyat. Tentu saja hal tersebut membuat rakyat geram dan marah. Bagaimana bangsa mau ... [selengkapnya]

Sanusi janji bakal buka-bukaan soal suap Podomoro

Sabtu, 02 April 2016 - 22:48:35 WIB | dibaca: 737 pembaca | komentar: 1

Kuasa Hukum M Sanusi, Krisna Murthi, mendatangi Polres Jakarta Selatan tempat di mana kliennya dititipkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Krisna untuk menanyakan lebih dalam pusaran kasus dugaan korupsi PT Agung Podomoro Land. "Ada beberapa hal yang kita mau tanyakan, kemarin enggak ... [selengkapnya]

Sekali Terima Duit Rp 1 M, Berapa Total Komitmen yang Didapat M Sanusi?

Sabtu, 02 April 2016 - 22:39:49 WIB | dibaca: 534 pembaca | komentar: 0

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi telah resmi mendekam di rumah tahanan (rutan) Polres Jakarta Selatan. Pria yang karib disapa Bang Uci itu menerima duit suap dari PT Agung Podomoro Land (PT APL) terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) soal proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Saat ... [selengkapnya]

Rano Karno Dibidik KPK Soal Suap Bank Banten

Jumat, 22 Januari 2016 - 15:30:56 WIB | dibaca: 1325 pembaca | komentar: 0

Gubernur Banten Rano Karno menjalani pemeriksaan kedua sebagai saksi untuk kasus Bank Banten, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (22/1). Rano yang mengenakan baju putih ini tiba sekitar pukul 09.00 WIB dikawal ajudannya. "Saya diperiksa untuk Pak Ricky Tampinongkol (Direktur ... [selengkapnya]

Kader PDIP Ditangkap, Program Revolusi Mental Ikut Tercoreng

Kamis, 14 Januari 2016 - 09:30:18 WIB | dibaca: 1308 pembaca | komentar: 1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap anggota DPR berinisial DPW yang diduga kader PDIP. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto langsung merespons penangkapan itu dengan mengeluarkan press realese. Menyikapi hal itu, Pengamat Politik AS Hikam menilai, respons cepat ... [selengkapnya]

Ini Profil Singkat Damayanti Wisnu Putranti, Politisi PDIP yang Ditangkap KPK

Kamis, 14 Januari 2016 - 09:23:54 WIB | dibaca: 1676 pembaca | komentar: 1

Damayanti Wisnu Putranti (DWP) merupakan satu dari 109 caleg PDIP yang berhasil lolos ke senayan pada pemilu legislatif 2014 lalu. Ia mengantongi 67.650 suara di daerah pemilihan Jawa Tengah IX yang meliputi Brebes, Tegal, dan Slawi. Damayanti lalu tergabung di Komisi V DPR yang membidangi salah satunya ... [selengkapnya]

Anggota Komisi III DPR Pertanyakan Latar Belakang Johan Budi sebagai Capim KPK

Senin, 14 Desember 2015 - 12:51:36 WIB | dibaca: 1437 pembaca | komentar: 0

Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil, mempertanyakan lolosnya Johan Budi Sapto Pribowo sebagai salah satu calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Johan pernah tidak lolos seleksi capim KPK. Menurut Nasir, hal itu bisa saja terjadi karena latar belakang Johan yang bukan sarjana di bidang ... [selengkapnya]

Rio Capella: Jangan Tembak Saya dengan 2 Peluru, Cukup 1 karena Mematikan

Senin, 14 Desember 2015 - 12:44:43 WIB | dibaca: 1000 pembaca | komentar: 0

Sebagai justice collaborator, mantan Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella meminta agar majelis hakim memberikan keringanan hukuman kepadanya. Toh menurut Rio, hukuman ringan pun sudah membuatnya merasa hancur. "Ibarat seorang terdakwa mati, ketika ada 10 eksekutor, cukup 1 yang berisi peluru. ... [selengkapnya]