Korupsi

Tiba di Pengadilan Tipikor, Gamawan Fauzi Siap Bersaksi di Kasus E-KTP

Firmansyah | Kamis, 16 Maret 2017 - 11:00:26 WIB | dibaca: 566 pembaca

Mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. Gamawan sendiri sudah tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Mengenakan kemeja putih, Gamawan mengatakan siap memberikan keterangannya sebagai saksi untuk Irman dan Sugiharto, yang merupakan mantan anak buahnya di Kementerian Dalam Negeri. Menurut Gamawan, proyek e-KTP bermasalah ketika dua orang itu dijadikan tersangka.

"Kita akan jelaskan nanti. Karena memang tidak ada masalah. Saya enggak mau komentarin dakwaa," kata Gamawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017).

Irman merupakan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Sementara Sugiharto adalah mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Saat disinggung apakah mengetahui proses pembahasan anggaran proyek yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu, Gamawan mengaku tak ada masalah. Ia pun membantah bila dirinya disebut menerima aliran uang korupsi e-KTP.

Menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu juga membantah pernah bertemu dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dan Ketua DPR Setya Novanto untuk membahas anggaran proyek e-KTP.

"Saya tidak pernah ketemu, Nazar, Anas dan Pak setnov membahas anggaran," tandasnya.

Selain Gamawan Fauzi, mereka yang dihadirkan dalam sidang e-KTP ini diantaranya, mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardjojo (saat ini Gubernur Bank Indonesia),  mantan Ketua Komisi II DPR Chaeruman Harahap.

Kemudian Sekjen Kemendagri, Yuswandi Arsyad Tumenggung, mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni, mantan Direktur Fasilitas Dana Perimbangan Ditjen Keuangan Elvius Dailami serta mantan Dirjen Administrasi Kependudukan Rasyid Saleh dan Dirut PT Karsa Wira Utama, Winata Cahyadi.
sumber:okezone
(fas)










Komentar Via Website : 23
sule
16 Maret 2017 - 13:37:50 WIB
terimakasih atas kesempatannya https://goo.gl/wkevc2
Cara Menghilangkan Lendir Di Paru-Paru
17 Maret 2017 - 07:57:41 WIB
obat tampek
17 Maret 2017 - 08:05:06 WIB
kunci keberhasilan hidup sehat berawal dari niat yang kuat http://goo.gl/EYvMMH
obat untuk mengeluarkan batu empedu
17 Maret 2017 - 13:01:52 WIB
terimakasih atas infonya
http://bit.ly/2ncMQTY
Cara Mengobati Bintitan
18 Maret 2017 - 07:14:38 WIB
terima kasih banyak untuk informasinya... sangat menambah wawasan sekali :) | https://goo.gl/q3LLl7 | https://goo.gl/pv3cTe |
Obat asites
18 Maret 2017 - 09:22:18 WIB
Ilmu pengetahuan kami makin meningkat, thanks admin. http://zzb.bz/EibVU | https://t.co/ZnJtStvrAJ
obat pengering luka pasca operasi usus buntu
18 Maret 2017 - 10:37:50 WIB
i like gay
Cara Mengatasi Asma Pada Anak Bayi Dan Balita
21 Maret 2017 - 13:39:06 WIB
wah, berita yang disajikan pada laman ini memang sangat menarik untuk disimak.. http://goo.gl/fWVB2M
AwalKembali 123 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)