Sekitar Tangerang

Tiga Pemalsu Dokumen Dibekuk Polisi

Sejumlah Buruh di Tangerang Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Firmansyah | Jumat, 09 Januari 2015 - 10:24:39 WIB | dibaca: 753 pembaca

Tersangka pemalsu dokumen dibekuk polisi disita beberapa alat pemalsu

Sejumlah buruh di Kabupaten Tangerang diduga melamar kerja menggunakan ijazah palsu. Pasalnya, Polsek Cikupa berhasil membongkar praktek pembuatan ijazah, Kartu Tanda Penduduk, dan Kartu Keluarga palsu yang diperuntukkan buruh yang ingin melamar kerja.

Tiga tersangka pembuat surat-surat palsu kini telah diamankan tim buser di tiga tempat berbeda di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang. Dari pelaku, polisi menyita ratusan stempel berbagai kantor pemerintah dan SMU di wilayah Kabupaten Tangerang, ijazah SMU  KTP, Kartu Keluarga dan dua unit Komputer, Laptop beserta printer.

Tersangka Kosim,35, Eka Rosyadi,38, dan Asroni,28, tak berkutik lagi ketika polisi menangkap mereka  di rumahnya masing-masing. Oleh polisi, ketiganya terancam dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman 6 tahun.

Kapolsek Cikupa, Kompol Brismen Daniel Simanjutak didampingi Kanit Reskrim, Iptu Sumiran menjelaskan terbongkarnya praktek pembuatan surat-surat palsu itu berawal dari informasi masyarakat. Dari informasi itu, petugas  kemudian melakukan penyelidikan di ketiga rumah pelaku. Setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya kemudian menangkap ketiganya pada Senin (5/1) lalu.

“Di rumah pelaku masing-masing kami menemukan ratusan stempel atas nama  pejabat di daerah dan kepala sekolah,” ungkap Kompol Brismen Daniel, Kamis (8/1) sore.

Kepada petugas, ketiganya mengaku telah melakukan pemalsuan surat-surat tersebut sejak tahun 2012 lalu. Para pemohon pemalsu, kata Daniel, kebanyakan  pencari kerja di perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang. Ketiga pelaku meminta biaya sebesar Rp 150 ribu untuk pembuatan surat-surat palsu.

“Disini kan banyak pabrik, mereka menawarkan para calon buruh yang ingin bekerja dengan menggunakan ijasah SMU,” ungkap Daniel.

Pelaku mengupdate nama-nama pejabat atau kepala sekolah melalui internet. Bahan kertas untuk ijasah atau KTP palsu itu dibeli para pelaku di daerah Pramuka, Jakarta. Saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan dengan membawa barang bukti untuk di uji ke Labkrim Mabes Polri.

“Kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Semua barang bukti akan kami bawa ke Labkrim untuk diuji,” paparnya. sumber:poskota










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)