Metropolitan

Kinerja ekonomi makin menurun dan melambat.

Nawacita Jokowi Tak Terpenuhi

Firmansyah | Senin, 24 Agustus 2015 - 15:12:24 WIB | dibaca: 684 pembaca

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyayangkan program Nawacita yang menjadi andalan Presiden Joko Widodo, yang salah satunya memperbaiki taraf ekonomi Indonesia ternyata belum terpenuhi.

Direktur Indef, Enny Sri Hartati mengatakan, hingga semester I- 2015 kemarin, capaian kinerja ekonomi justru menunjukan perkembangan yang semakin menurun, dan meningkatnya kemiskinan dan pengangguran dalam setahun terakhir.

"Ini disebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang menurun pada 5,17 persen pada semester I 2014 menjadi 4,7 persen pada semester I tahun 2015," ujar Enny di kantornya, kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Senin 24 Agustus 2015.

Penyebab lainnya, kata Enny, yaitu masih tingginya tingkat inflasi terutama inflasi bahan makanan, sebesar 8,28 persen.

"Ini menjadi gagalnya kebijakan dan program pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat akibat ditunda dan dihilangkannya program sosial seperti beras miskin  (Raskin), dan BLTS," kata dia. 

Enny menjelaskan, perkembangan indikator kesejahteraan rakyat utamanya tingkat kemiskinan dan pengangguran menunjukan peningkatan, serta indikator lainnya seperti Nilai Tukar Petani (NTP), upah buruh dan Indeks gini ratio yang dinilainya semakin memburuk.

"Tingkat kemiskinan meningkat dari September 2014 sebesar 10,96 persen menjadi 11,50 persen pada Maret 2015," ujarnya. Tak hanya itu, lanjut Enny, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lebih naik daripada tahun sebelumnya.

"Meningkat dari 7,15 persen pada semester I 2014 menjadi 7,5 persen pada semester I 2015," ujarnya. sumber:viva










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)