Kuliner

13 Jam Diproduksi, ‘Datang Bulan’ Tidak Boleh Bikin

Melihat Pembuatan Kue Keranjang Khas Tionghoa

Firmansyah | Rabu, 11 Februari 2015 - 11:26:29 WIB | dibaca: 2011 pembaca

Kue Keranjang menjadi panganan wajib bagi warga Tionghoa saat merayakan imlek. Tak heran kue ini dengan mudah dijumpai di pasar-pasar Kota Pontianak dan sekitarnya.

 SEBUAH rumah di Gang Syukur III, Jalan Veteran. Lelaki paro baya menggunakan kaos tanpa lengan sibuk memotong kayu untuk dibuat kotak-kotak sebagai tempat kue keranjang. Tidak hanya dia, salah satu kerabatnya juga ikut membantu mengumpulkan kepingan kayu itu, sembari memegang alat perkakas untuk membentuk potongan kayu itu menjadi sebuah bok yang akan diisi kue keranjang.

Selain memotong dan membuat bok, sebagian dari mereka juga ada yang bertugas untuk menggiling ketan dan gula. Ada juga yang memasukkan campuran adonan itu ke dalam kalengkaleng. Lain halnya pria, ada juga wanita bertugas memotong plastik di dalam kaleng yang berisi kue keranjang dan dimasukkan ke dalam kemasan yang telah dipacking ke dalam boks.

Kue keranjang adalah kue ciri khas masyarakat Tionghoa. Kue ini biasanya ditemukan saat Imlek. Sebagian orang juga ada menyebut kue ranjang. Bentuk dari kue keranjang ini menyerupai keranjang kecil.

“Kue ini berbahan dasar ketan dan gula. Ia mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket dengan rasa manis. Kue ini merupakan salah satu ciri khas atau sajian wajib perayaan Imlek,” ucap Ali, pembuat kue keranjang.

Dia menjelaskan, dalam pembuatan kue keranjang memakan waktu sekira 13 jam. Dalam proses itu, tak butuh teknik khusus dalam membuatnya, tetapi ada cara agar kue itu bisa jadi.

Konon, jika wanita yang sedang datang bulan (menstruasi) membuat kue ini, dipastikan tak akan pernah jadi, makanya dalam pembuatan, si pembuat dalam keadaan bersih. Entah mungkin karena mitos atau lainnya, tetapi pada kenyataanya memang dia membenarkan hal ini.

Usaha ini cukup lama dan telah menjadi usaha keluarga yang turun temurun. Dia mengungkapkan, sudah sekira 20 tahun menggeluti ini. Sebagian besar tenaganya berasal dari sanak saudara sendiri. Usaha pembuatan kue ini dikerjakan satu tahun sekali, yaitu tepat sebulan sebelum hari raya Imlek.

Sebulan sebelum imlek telah menerima banyak pesanan, tidak hanya di Pontianak, akan tetapi pesanan juga datang dari Ngabang, Sanggau, bahkan hingga Ketapang. Sedangkan untuk pen jualan di Pontianak, biasanya dijual di pasar tradisional Flamboyan. Keuntungan dari pembuatan kue keranjang cukup untuk menambah penghasilan dan berbagi bersama keluarga. Walaupun tidak begitu besar, tetapi tetap disyukuri.

“Jika untung besar mungkin banyak orang membuat kue keranjang,” jelas dia.

Menjelang hari raya, dia mengaku dapat membuat sekira 400 kue keranjang. Untuk harga kue, sangat terjangkau, jika beli satuan dihargai sebesar Rp 11 ribu, tetapi jika membeli banyak kue ini hanya dihargai Rp10 ribu. sumber:indopos










Komentar Via Website : 3
Obat Wasir Yang Dijual Di Apotik
21 Januari 2017 - 14:55:27 WIB
https://nutrimaxgreenworldblueberry.wordpress.com/2016/12/ 10/obat-wasir-yang-dijual-di-apotik/ https://nutrimaxgreenworldblueberry.wordpress.com/2016/12/ 27/merk-obat-eksim-di-apotik/ http://bit.ly/2kczeXK http://bit.ly/2j5OG6f
obat batu ginjal
05 April 2017 - 13:59:53 WIB
alhamdulillah, istiqomahkan :) https://goo.gl/io3FGZ | http://ow.ly/lFK730azTQp
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)