Sekitar Tangsel

Siaga Banjir

BPBD Tangsel Siap Siaga Banjir

Firmansyah | Senin, 05 Januari 2015 - 08:46:43 WIB | dibaca: 779 pembaca

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan (Tangsel) mewaspadai ancaman banjir di lima titik yang rawan. Lima titik tersebut adalah Perumahan Pondok Payung Mas, Kampung Bulak, Kayu Gede, Perumahan Pondok Maharta, dan Perumahan Pesona Serpong.

Lima titik itu dinyatakan rawan banjir karena tidak pernah absen dari genangan setiap musim hujan. Tinggi genangan di kawasan tersebut bervariasi dari 40 sentimeter hingga 2,5 meter. Genangan yang tertinggi biasanya terjadi di Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu.

’’Sepanjang 2014, perumahan itu terendam banjir tiga kali. Awal 2014 merupakan yang paling parah,’’ ujar Kepala BPBD Tangsel Uci Sanusi Jumat (2/1).

Di lima titik itu, BPPD Tangsel sudah membentuk Komunitas Siaga Banjir. Tim yang beranggotakan BPPD, OKP Ganespa, dan tim Pemkot Tangsel tersebut telah dibekali peralatan evakuasi, seperti perahu karet dan alat komunikasi darurat.

’’Setiap kompleks perumahan mendapat satu set perahu karet, dayung, helm keselamatan, dan tiga alat komunikasi. Kecuali, Pondok Maharta yang kami siapkan dua perahu karet,’’ terang Ucu. Pondok Maharta mendapat perhatian lebih lantaran jumlah rumah di kawasan tersebut mencapai 2.540 unit dengan sekitar 10 ribu penduduk.

Selain itu, BPPD juga mewaspadai lima wilayah berpotensi banjir. Yakni, Bukit Pamulang Indah, Perumahan Cirendeu Permai, Kampung Cirendeu Baru, Perumahan Reni Jaya, dan Jalan Arya Putera. Namun, di lima wilayah itu tidak disiapkan perahu dan alat komunikasi darurat.

BPPD Tangsel juga berkoordinasi dengan Pemkot Tangerang dan BPPD Banten. Khusus untuk mengantisipasi pengungsian, BPPD Tangsel meminta bantuan logistik dari BPPD Banten. ’’Banjir diprediksi terjadi pada Januari-Februari ini. Karena itu, kami harus bersiap sehingga bantuan bisa didistribusikan bila terjadi banjir sewaktu-waktu,’’ kata Ucu.

Tangsel pun menetapkan status siaga banjir sejak 20 Desember lalu. Status tersebut berlaku sampai 31 Maret mendatang. Selain banjir, BPPD mewaspadai ancaman longsor dan angin kencang. Dua wilayah rawan longsor adalah Kelurahan Kranggan dan Kademangan di Kecamatan Setu. ’’Satu wilayah rawan longsor lain adalah Gintung di Ciputat,’’ tandasnya. sumber:kabartangsel










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)