Kesehatan

Berharap Perbaikan Pelayanan dari Kenaikan Tarif STNK 100 Persen

Firmansyah | Kamis, 05 Januari 2017 - 08:54:35 WIB | dibaca: 796 pembaca

Pemerintah mengesahkan kenaikan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di lingkungan Polri per 6 Januari 2017. Kenaikan PNBP ini mulai biaya pengujian Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), hingga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Kenaikan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di lingkungan Polri tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di Lingkungan Polri pengganti PP No 50 Tahun 2010. Kenaikan tarif tersebut mulai penerbitan STNK baru dan perpanjangan, pengesahan STNK, penerbitan Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK), dan lain-lain, dengan kenaikan rata-rata 100 persen dari tarif awal.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan kenaikan harga tersebut untuk memberikan sistem pelayanan yang lebih baik yaitu sistem online. Warga disebut bisa lebih menghemat dengan sistem online ini.

Menurut Tito, kenaikan tersebut bukan sekedar dari Polri, namun ada beberapa pertimbangan dari lembaga negara lainnya. Pertama, pertimbangan atas temuan BPK soal harga material yang sudah naik. Kedua, penemuan dari Badan Anggaran (Banggar) DPR yang mengatakan bahwa biaya mengurus STNK dan BPKB di Indonesia termasuk yang terendah di dunia

"Kedua dari Banggar DPR, hasil temuan mereka, dengan harga itu itu termasuk terendah di dunia. Sehingga perlu dinaikkan karena daya beli masyarakat juga meningkat," kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (4/1/2017).

Senada dengan Tito, Kakorlantas Polri Brigjen Royke Lumowa mengatakan kenaikan harga tersebut akan diimbangi peningkatan pelayanan. Peningkatan pelayanan juga untuk memperpendek 'rantai' loket dari lima menjadi satu.

"Meningkatkan pelayanan di tahun 2017 ini harus lebih digiatkan lagi. Baik itu perilaku, pelayanan di ruangan, melalui IT, sarana-prasarana yang lain, SIM online," kata Royke di lokasi yang sama.

Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menilai tarif baru ini perlu ada sosialisasi terlebih dahulu. Soni, panggilan karib Sumarsono, mengatakan tarif tersebut belum pernah naik selama 7 tahun.

"Iya, itu tidak pernah naik dari 7 tahun lalu. Walaupun faktor komponen yang lain naik, tapi (tarif) tidak pernah naik. Dan naik kan supaya masyarakat tidak kaget, perlu sosialisasi," kata Soni di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2017).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengkritik kenaikan biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Menurutnya, hal tersebut memberatkan masyarakat.

"Kalau kondisi hari ini, jangankan sekian persen, 20 persen saja memberatkan, apalagi 100 persen, 300 persen. Ini mengindikasikan pemerintahan ini gagal me-manage pembangunan yang ada. Bahasa lain, pemerintahan ini panik takut nggak punya duit agar bisa pemerintah ini bertahan," ujar Desmond kepada wartawan, Rabu (4/1).

Desmond mengatakan tinggal menunggu reaksi apa yang disampaikan masyarakat. Dia berharap reaksi yang ditimbulkan tidak reaktif.

"Apa yang diomongkan saat kampanye, duit ada, berarti Pak Jokowi pada saat kampanye bohong semua. Realitasnya begitu, agak susah mengomentari hari ini yang lebih-lebih. Tinggal tunggu apa reaksi masyarakat atas kebijakan ini. Mudah-mudahan masyarakat nggak terlalu reaktif," paparnya. sumber:detik










Komentar Via Website : 33
cara mengobati aneurisma otak
06 Januari 2017 - 09:11:13 WIB
Semoga makin maju artikelnya. http://gg.gg/4aqwg | https://t.co/L3ZZOP6TaM | http://s.id/e4N
khasiat buah pisang untuk atasi sakit maag
06 Januari 2017 - 11:07:13 WIB
informasi yang sangat menarik untuk disimak http://goo.gl/4EknBY
cara mengobati anemia
06 Januari 2017 - 14:38:47 WIB
sukses dan berkah http://goo.gl/3pXY8v
cara menghilangkan bisul di telinga
07 Januari 2017 - 10:06:36 WIB
sajikan terus berita menarik lainnya http://goo.gl/Pds8PI
AwalKembali 123... 4 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)