Internasional

Mereka baru saja menyelesaikan program pertukaran pelajar di Spanyol.

Belasan Pelajar SMA Turut Jadi Korban Pesawat Germanwings

Aji Dirta | Rabu, 25 Maret 2015 - 09:02:39 WIB | dibaca: 651 pembaca

Para pelajar SMA Josef-Koenig-Gymnasium di Jerman menyalakan lilin sebagai tanda duka peristiwa jatuhnya pesawat Germanwings. (24/03/2015) (REUTERS/Kirsten Neumann)

Sebanyak 16 pelajar SMA dan dua guru asal Jerman, dipastikan turut menjadi penumpang pesawat nahas, Germanwings 4U9525 yang jatuh pada Selasa kemarin. Mereka baru saja menghabiskan sembilan hari untuk program pertukaran pelajar di Barcelona, Spanyol.

Dikutip dari laman Dailymail, Rabu 25 Maret 2015, belasan pelajar dan guru itu berasal dari Joseph-Koenig-Gymnasium di bagian barat Jerman. Mereka menghabiskan waktu hampir satu pekan lamanya di Spanyol, bersama dengan keluarga pelajar yang terdaftar di sekolah Institut Giola di kota Llinar del Valles, dekat Barcelona. Tujuannya mereka ingin mempelajari Bahasa Spanyol.

Sebelumnya, sempat muncul rumor bahwa beberapa pelajar ketinggalan pesawat, usai salah satu dari mereka meninggalkan paspor. Tetapi, harapan itu pupus, usai wali kota sebuah daerah di Spanyol menepis hal tersebut.

Menurut Walikota Marti Pujol, seorang pelajar perempuan memang sempat ketinggalan paspor di rumah keluarga angkatnya. Dia baru menyadari itu, ketika berada di stasiun kereta bersama rombongan untuk mengejar pesawat di Bandara El Prat, Barcelona.

Kepastian juga disampaikan oleh Wali kota Haltern-am-See, lokasi sekolah itu berada. Dalam sebuah jumpa pers, Wali kota Bodo Klimpel memperoleh konfirmasi pesawat jenis Airbus A320 itu tidak akan mendarat di Duesseldorf. Maka, semua kegiatan belajar mengajar di sekolah langsung dihentikan.

"Pertama-tama, saya ingin mengatakan bahwa kota ini sangat sedih dan terpengaruh. Kondisi terkejut bisa dilihat dengan jelas di mana pun. Ini, merupakan kondisi yang paling buruk yang bisa dibayangkan oleh siapa pun," ujar Klimpel.

Dia menambahkan, di dalam daftar penumpang pesawat, terdapat 16 pelajar dan dua guru dari sekolah tersebut. "Kepala sekolah telah menerima konfirmasi dari Spanyol, bahwa para pelajar turut serta dalam pesawat itu. Mereka didampingi dua orang guru," imbuh Klimpel.

Para guru dan pelajar yang berada di sekolah itu akan menerima konseling dan bimbingan khusus, agar mampu mengatasi duka yang kini dirasakan. sumber:viva










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)